SEOUL, TANAMPANEN.COM – Sebuah pertarungan lintas aliran bela diri yang mempertemukan juara nasional Taekwondo Korea Selatan, Min Young Jin, melawan biksu petarung legendaris asal Tiongkok, Yi Long, berakhir dramatis.
Laga yang semula diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi Taekwondo, justru berbalik menjadi malam kelam akibat kesombongan sang juara tuan rumah.
Sebelum laga dimulai, Min Young Jin sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang meremehkan kungfu tradisional Tiongkok.
Baca Juga: China Kembangkan Teknologi Lawan Suhu Panas, Bikin Kabut Pendingin
Ia menyebut bela diri Tiongkok tidak layak diperhitungkan dan hanya cocok sebagai olahraga kebugaran. Sebaliknya, ia sesumbar bahwa teknik kaki Taekwondo adalah yang terbaik di dunia dengan daya rusak nomor satu.
Pertandingan dimulai dengan gemuruh penonton tuan rumah saat Min Young Jin berhasil mendaratkan tendangan terbang yang sempat menjatuhkan Yi Long. Sorak-sorai penonton pecah, mengira laga akan dimenangkan dengan mudah oleh perwakilan Korea.
Baca Juga: China Kembangkan Teknologi Mobil Otonom Bagai Hewan Peliharaan
Namun, kejayaan itu hanya berumur pendek. Yi Long, yang dikenal memiliki fisik sekeras baja, bangkit tanpa cedera berarti. Sang biksu Shaolin langsung membaca kelemahan fundamental dari gaya bertarung lawannya.
Link Video : Disini
Yi Long mulai menyusun rencana balasan dengan membidik titik tumpu utama musuh: kedua kaki Min Young Jin. Secara konsisten dan tanpa ampun, Yi Long meluncurkan rangkaian low kick (tendangan bawah) yang berat layaknya hantaman batang besi.
Strategi ini terbukti sangat mematikan. Setiap sapuan kaki Yi Long perlahan mengikis kelincahan Min Young Jin. Memasuki pertengahan laga, kedua kaki sang juara Taekwondo mengalami cedera serius, membuat gerakan tendangan atas andalannya tidak bisa lagi digunakan.
Saat dipaksa bertarung dalam jarak dekat, Min Young Jin tampak kehilangan arah. Pukulan tangannya yang lemah tidak mampu menembus pertahanan kokoh Yi Long. Sebaliknya, Yi Long tampil semakin tenang dan percaya diri mengendalikan tempo permainan.
Pertarungan akhirnya menyentuh titik akhir saat pertahanan Min Young Jin benar-benar runtuh akibat gempuran tendangan bawah yang bertubi-tubi. Ia tumbang di atas ring dan tidak mampu berdiri lagi untuk melanjutkan pertandingan.
Kemenangan mutlak Yi Long ini seketika membungkam keangkuhan publik tuan rumah. Fakta di atas ring kembali membuktikan bahwa kungfu tradisional Tiongkok memiliki efektivitas tempur yang nyata dan sama sekali tidak bisa diremehkan saat berhadapan dengan bela diri modern.(Red)
