LA PAZ, TANAMPANEN.COM – Eskalasi politik di Bolivia kian memanas setelah puluhan ribu demonstran kembali turun ke jalan-jalan utama ibu kota. Menanggapi penetapan status darurat nasional yang diberlakukan sebelumnya, massa kini tidak lagi sekadar menuntut perbaikan ekonomi, melainkan secara terbuka mendesak presiden untuk segera meletakkan jabatannya.
Gelombang demonstrasi itu didukung serikat pekerja, kelompok petani, serta para pendukung mantan Presiden Evo Morales.
Ketegangan meningkat setelah bentrokan pecah di beberapa titik barikade antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Kelompok oposisi dan serikat buruh menilai bahwa kebijakan darurat yang diambil pemerintah gagal mengatasi kelangkaan bahan bakar, dan justru dianggap sebagai alat untuk membungkam kritik masyarakat.
Baca Juga: Krisis Ekonomi Bolivia Picu Presiden Terapkan Darurat Nasional
“Kami tidak butuh status darurat, kami butuh solusi nyata untuk isi perut kami,” teriak salah satu pemimpin aksi dalam orasinya di depan istana pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak istana kepresidenan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mundur tersebut.
Baca Juga: PHK Massal di Singapura, Korban PHK Mayoritas Lulusan Sarjana
Namun, pimpinan militer menegaskan posisi mereka untuk tetap menjaga ketertiban umum dan mencegah terjadinya kekosongan kekuasaan yang bisa memperparah krisis.
