TanamPanen.com – Penandatanganan MoU yang membuka kembali akses Selat Hormuz untuk perdagangan global adalah momentum krusial bagi perekonomian nasional. Selama ini, hambatan di jalur vital tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membebani rantai pasok energi dunia, yang dampaknya terasa langsung hingga ke dalam negeri.
Dengan profil ketergantungan impor BBM Indonesia yang mencapai 60 persen—di mana hanya 40 persen kebutuhan nasional yang mampu ditopang produksi domestik—normalisasi jalur perdagangan ini adalah game changer. Ketika hambatan distribusi hilang, otomatis biaya logistik dan premi risiko yang selama ini menyumbang inflasi harga minyak mentah seharusnya ikut terpangkas.
Baca Juga: Trump dan Iran Teken MoU Damai di Istana Versailles
Dalam beberapa hari ke depan, saat jalur tersebut resmi beroperasi penuh, pemerintah tidak boleh lamban. Ini adalah waktu yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk segera mengambil langkah strategis: menurunkan harga BBM non-subsidi.
Langkah ini bukan hanya soal penyesuaian harga di atas kertas, melainkan sebuah manuver politik dan ekonomi yang cerdas.
Pertama, secara ekonomi, penurunan harga BBM akan segera memangkas biaya logistik nasional, yang pada gilirannya akan meringankan beban operasional pelaku usaha dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kedua, secara politis, ini adalah jawaban paling konkret atas berbagai aksi demonstrasi elemen mahasiswa yang selama ini memprotes tingginya harga energi.
Baca Juga: Draf MoU: 14 Poin Perdamaian AS dan Iran, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun
Jika Presiden Prabowo mampu bertindak cepat merespons normalisasi jalur pasokan ini, maka kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya akan melonjak. Kebijakan ini akan menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya pasif merespons kondisi global, tetapi mampu mengonversi peluang geopolitik menjadi solusi nyata bagi rakyat.
Sekarang adalah waktunya pembuktian. Kecepatan eksekusi akan menjadi tolok ukur kesiapan pemerintah dalam mengelola ekonomi nasional di tengah tantangan global, sekaligus menjadi langkah jitu untuk memulihkan stabilitas nasional di tengah dinamika sosial yang sedang terjadi.(Red)
