MINDANAO – Wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan sangat besar Magnitudo 7,8 pada Senin pagi, 8 Juni 2026, pukul 06.37 WIB (07.37 waktu setempat). Guncangan hebat yang berpusat di lepas pantai Sarangani ini memicu kepanikan luar biasa dan meruntuhkan sejumlah bangunan dalam sekejap.
Berdasarkan laporan terkini dari otoritas kebencanaan setempat, area General Santos dan Sarangani menjadi wilayah terdampak paling parah. Rekaman video dan foto yang beredar memperlihatkan gedung bertingkat, fasilitas publik, pusat perbelanjaan, dan sekolah ambruk hingga rata dengan tanah, menyisakan puing-puing beton yang hancur berantakan.
Baca Juga: Perusahaan Asal China Bangun Gedung 26 Lantai Dalam Waktu 5 Hari, Begini Prosesnya!
Data Korban & Dampak Sementara:
> Korban Jiwa: Minimal 32 orang dinyatakan meninggal dunia.
> Korban Luka: Lebih dari 200 warga dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa reruntuhan.
> Kerusakan Fisik: Puluhan gedung perkantoran dan fasilitas umum mengalami rusak berat hingga roboh total.
Sempat Memicu Peringatan Tsunami
Guncangan kuat bersumber dari kedalaman 33–55 km akibat aktivitas subduksi aktif di Palung Cotabato (Cotabato Trench). Gempa ini sempat memicu deteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 1 meter di pesisir selatan Mindanao dan membuat peringatan dini diaktifkan untuk wilayah Filipina, Palau, hingga beberapa wilayah pesisir utara Indonesia. Beruntung, peringatan tsunami kini telah resmi dicabut seiring meredanya aktivitas gelombang.
Baca Juga: Perusahaan Asal China Bangun Gedung 26 Lantai Dalam Waktu 5 Hari, Begini Prosesnya!
Dampak Terasa hingga Indonesia
Guncangan gempa yang sangat masif ini juga dirasakan kuat oleh warga di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya di Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara.
Berdasarkan laporan BMKG, puluhan rumah warga, dua rumah ibadah, dan satu fasilitas sekolah dilaporkan mengalami retak-retak hingga kerusakan parsial. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dari wilayah Indonesia.
Saat ini, tim penyelamat Filipina bersama militer terus berkejaran dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di balik reruntuhan bangunan. Warga diimbau untuk tetap berada di luar ruangan guna mengantisipasi runtuhnya struktur bangunan akibat potensi gempa susulan (aftershocks) yang masih terus terjadi.(Red)
