JAKARTA – Sebuah unggahan video di platform TikTok baru-baru ini kembali memicu perdebatan sengit di media sosial. Video tersebut menuding bahwa pendaratan manusia di Bulan pada misi Apollo 11 tahun 1969 adalah rekayasa studio.
Bukti yang diajukan dalam video tersebut adalah ketidaksesuaian antara bentuk sol sepatu pakaian antariksa Neil Armstrong yang disimpan di museum dengan foto jejak kaki ikonik yang membekas di Bulan.
Namun, benarkah perbedaan tersebut membuktikan bahwa pendaratan di Bulan hanyalah hoaks? Berdasarkan dokumen sejarah NASA dan bukti ilmiah, misteri perbedaan ini memiliki penjelasan yang sangat logis.
Rahasia di Balik Lunar Overshoes
Perbedaan bentuk sol terjadi karena Neil Armstrong dan Buzz Aldrin sebenarnya mengenakan dua lapis alas kaki yang berbeda selama misi berlangsung.
Pakaian antariksa standar yang dipajang di museum (seperti di Smithsonian) memang memiliki sol bagian dalam yang cenderung rata. Namun, saat melangkah keluar dari modul Eagle untuk berjalan di permukaan Bulan, para astronaut wajib mengenakan sepatu tambahan di luar pakaian utama, yang disebut Lunar Overshoes.
Sepatu tambahan inilah yang memiliki sol bermotif garis-garis tebal dan dalam. Desain tersebut dirancang khusus untuk memberikan cengkeraman kuat pada debu Bulan yang licin, serta memberikan perlindungan ekstra dari suhu ekstrem dan radiasi ruang angkasa.
Baca Juga: Misteri Di Balik Gua Antartika King George Island, Ini Faktanya!
Jejak Kaki Siapa yang Ada di Foto Ikonik?
Fakta lain yang sering disalahpahami adalah pemilik jejak kaki dalam foto legendaris tersebut. Foto jejak kaki dengan garis-garis jelas yang beredar luas di internet sebenarnya bukan milik Neil Armstrong, melainkan milik Buzz Aldrin.
Neil Armstrong adalah orang yang memotret jejak kaki Aldrin tersebut. Foto itu diambil bukan sekadar untuk dokumentasi, melainkan sebagai bagian dari studi mekanika tanah untuk menganalisis bagaimana debu Bulan bereaksi terhadap tekanan.
Mengapa Sepatu Tersebut Tidak Ada di Museum?
Banyak pihak mempertanyakan mengapa Lunar Overshoes dengan sol garis-garis itu tidak ikut dipajang bersama pakaian antariksa Neil Armstrong di museum.
Jawabannya berkaitan dengan kalkulasi bobot pesawat.
Saat hendak kembali ke Bumi, para astronaut diperintahkan untuk membuang barang-barang yang sudah tidak diperlukan demi menghemat bahan bakar. Sebanyak 100 barang ditinggalkan di Bulan, termasuk kamera, limbah padat, dan Lunar Overshoes milik Armstrong dan Aldrin.
Hingga hari ini, sepatu bersol garis-garis tersebut masih berada di situs pendaratan Bulan, sementara yang dibawa pulang ke Bumi hanyalah pakaian utamanya saja.
Baca Juga:;Bola Besi Misterius Jatuh di Kolombia, Bergetar Saat Dibacakan Mantra Kuno?
Kesimpulan: Narasi Manipulatif
Teori konspirasi yang menyebut pendaratan di Bulan sebagai rekayasa studio bumi telah lama dibantah oleh komunitas sains global. Pada tahun 1969, teknologi efek visual belum mampu menduplikasi pencahayaan matahari yang sejajar secara sempurna di ruang hampa, atau merekayasa pergerakan debu tanpa udara dengan gravitasi 1/6 Bumi.
Video yang viral di media sosial tersebut terbukti menggunakan teknik manipulasi konteks, dengan memanfaatkan ketidaktahuan audiens mengenai keberadaan sepatu tambahan (*Lunar Overshoes*) untuk menciptakan teori konspirasi yang keliru.(Ren)
