TEGAL – Budidaya durian premium mulai dilirik sebagai aset investasi jangka panjang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Irwan Santoso, konsultan agrobisnis dari Mitra Tani, memaparkan analisisnya mengenai ROI (Return on Investment) durian Musang King pada seminar tani di Slawi, Minggu (3/5).
Baca Juga: Praktik “Greenwashing” Kopi Organik Gayo
“Dengan populasi 100 pohon per hektar, petani memang harus bersabar selama 4 tahun pertama. Namun, melihat harga pasar yang stabil di angka Rp200 ribu per buah, titik impas atau BEP bisa dicapai pada tahun ke-7. Ini bisnis yang sangat terukur jika dikelola dengan standar SOP ekspor,” jelas Irwan di hadapan 30 calon investor lokal.
