SINGAPURA, TANAMPANEN.COM — Pemerintah Singapura melalui Kementerian Keuangan (MOF) mengumumkan akan mencairkan bantuan tunai langsung kepada sekitar 1,5 juta warga dewasa yang memenuhi syarat mulai 7 Agustus 2026. Setiap warga yang berhak akan menerima bantuan hingga maksimal S$850 atau sekitar Rp11,8 juta per orang.
Pemberian bantuan finansial ini merupakan bagian dari skema tahunan Goods and Services Tax Voucher (GSTV) – Cash serta GSTV – Cash (Medisave) yang dirancang permanen oleh pemerintah setempat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah Singapura untuk meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah, di tengah tekanan inflasi global dan kenaikan biaya hidup yang terus melonjak. Selain itu, insentif tunai ini bertujuan menekan dampak kenaikan pajak barang dan jasa (GST) yang kini berada di angka 9%.
“Bantuan ini diprioritaskan untuk warga yang paling membutuhkan agar daya beli mereka tetap terjaga,” tulis pernyataan resmi Kementerian Keuangan Singapura.
Baca Juga: Singapura Turunkan Harga BBM Ikut Penurunan Harga Minyak Mentah Dunia
Meski bertajuk bagi-bagi uang, skema ini menerapkan seleksi ketat berdasarkan kriteria ekonomi dan kepemilikan aset:
• Bantuan S$850 (± Rp11,8 Juta): Diberikan kepada warga berusia 21 tahun ke atas dengan penghasilan tahunan maksimal S39.000, serta tinggal di hunian dengan Nilai Tahunan (*Annual Value*) properti hingga S21.000.
• Bantuan S$450 (± Rp6,2 Juta): Diberikan kepada warga dengan kriteria penghasilan yang sama, namun tinggal di properti dengan Nilai Tahunan antara S21.001 hingga S31.000.
Warga yang memiliki lebih dari satu properti dipastikan otomatis gugur dari daftar penerima.
Baca Juga: PM Singapura Kunjungi Indonesia, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral hingga Situasi Global
Selain bantuan tunai langsung, pemerintah Singapura di tahun ini juga menyalurkan dukungan tambahan berupa Voucher CDC untuk belanja kebutuhan pokok di toko kelontong lokal, serta subsidi saldo MediSave khusus bagi warga lansia guna menjamin akses kesehatan mereka.
Pencairan akan dilakukan secara otomatis melalui sistem PayNow yang terintegrasi dengan nomor identitas warga.(Red)
