TANAMPANEN.COM – Seorang bocah berusia 8 tahun di Bolivia nyaris kehilangan nyawanya setelah sengaja membiarkan dirinya digigit laba-laba berbisa jenis black widow. Aksi nekat itu dilakukan karena ia percaya gigitan laba-laba tersebut akan memberinya kekuatan layaknya tokoh superhero Spider-Man.
Peristiwa yang terjadi pada 2023 itu kembali menjadi perhatian publik setelah ramai beredar di media sosial. Kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak saat mengonsumsi tayangan fiksi.
Berdasarkan laporan otoritas kesehatan Bolivia, bocah itu menemukan laba-laba black widow saat bermain di dekat sungai di wilayah Vichuloma, dekat Kota Oruro. Ia mengenali tanda berwarna merah pada tubuh laba-laba tersebut dan mengaitkannya dengan kisah Spider-Man yang pernah ditontonnya.
Tanpa mengetahui bahaya yang mengintai, bocah itu sengaja membiarkan laba-laba tersebut menggigit tangannya dengan harapan memperoleh kekuatan super seperti tokoh idolanya.
Baca Juga: Ibu Tiri dan Ayah Kandung Jadi Tersangka Kasus Kematian Nizam
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Tak lama setelah digigit, ia mengalami nyeri hebat, kejang otot, demam, serta berbagai gejala serius akibat racun yang dikeluarkan laba-laba berbisa tersebut.
Keluarganya segera membawa korban ke fasilitas kesehatan. Setelah kondisinya memburuk, ia dirujuk ke rumah sakit yang memiliki persediaan antiracun (antivenom). Berkat penanganan medis yang cepat, nyawa bocah tersebut akhirnya berhasil diselamatkan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa anak-anak sering kali belum mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan. Adegan dalam film superhero yang tampak menarik dapat ditafsirkan sebagai sesuatu yang benar-benar bisa terjadi di dunia nyata.
Baca Juga: Pahlawan Kecil dari Henan: Makan Demi Nyawa Ayah, Bertahan di Tengah Hinaan
Karena itu, orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran penting untuk memberikan pendampingan saat anak menonton film atau tayangan fiksi. Anak perlu diberi pemahaman bahwa kemampuan tokoh superhero hanyalah bagian dari cerita rekaan dan tidak dapat ditiru dalam kehidupan nyata.
Selain itu, anak-anak juga perlu diedukasi agar tidak menyentuh atau bermain dengan hewan liar maupun hewan berbisa, termasuk laba-laba, ular, dan kalajengking. Langkah sederhana tersebut dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.(Red)
