Jakarta Masuk Kota Terbaik Dunia Peringkat ke-53, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

Jakarta Masuk Kota Terbaik Dunia Peringkat ke-53, Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

JAKARTA, TANAMPANEN.COMJakarta berhasil masuk dalam daftar 100 Kota Terbaik Dunia 2026 dengan menempati peringkat ke-53 versi Resonance Consultancy, perusahaan konsultan yang berbasis di Brussel, Belgia. Posisi tersebut menempatkan Jakarta di atas Washington DC yang berada di peringkat ke-57 serta Abu Dhabi di peringkat ke-86.

Informasi tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri sebuah acara di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7). Dalam kesempatan itu, Pramono menyebut Jakarta menjadi “ibu kota terbaik ke-53 dari 100 ibu kota dunia”.

Namun, berdasarkan laporan resmi World’s Best Cities 2026 yang diterbitkan Resonance Consultancy, pemeringkatan tersebut sebenarnya merupakan daftar 100 kota terbaik di dunia, bukan daftar khusus ibu kota negara. Dengan demikian, penyebutan yang lebih tepat adalah kota terbaik, bukan ibu kota terbaik.

Pramono juga mengungkapkan bahwa Jakarta kini dinilai semakin kompetitif di tingkat global. Ia menyebut saat pertama kali dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, posisi Jakarta dalam indeks kota global berada di peringkat ke-74.

“Ketika saya dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, indeks kota globalnya nomor 74. Dan alhamdulillah dalam 10 bulan naik menjadi 71,” ujar Pramono.

Baca Juga: Pasar Saham Jakarta Anjlok, Begini Dampaknya Bagi Masyarakat di Daerah!

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa Jakarta terus mengalami kemajuan dan harus mempertahankan statusnya sebagai kota global melalui berbagai kebijakan dan inovasi pembangunan.

Baca Juga: Bank Dunia Baru Tempatkan Filipina-Vietnam di Posisi Menengah Atas, Indonesia?

Laporan World’s Best Cities 2026 disusun menggunakan metode Place Power Score, yang menggabungkan puluhan indikator dalam tiga aspek utama, yakni Livability (kenyamanan hidup), Lovability (daya tarik kota), dan Prosperity (kemakmuran ekonomi). Penilaian tersebut juga didukung survei internasional yang melibatkan lebih dari 21.000 responden di berbagai negara.

Masuknya Jakarta ke peringkat 53 menunjukkan adanya peningkatan daya saing kota di tingkat internasional. Meski demikian, capaian tersebut tidak berarti Jakarta dinobatkan sebagai ibu kota terbaik di dunia, melainkan sebagai salah satu dari 100 kota terbaik dunia berdasarkan metodologi yang digunakan Resonance Consultancy.(Red)