JAKARTA, TANAMPANEN.COM – Sebuah video yang menampilkan Pastor Lovy Elias menyampaikan ceramah mengenai Islam menjadi sorotan di media sosial. Dalam pidatonya, ia melontarkan sejumlah klaim yang dinilai bertentangan dengan sejarah Islam, salah satunya terkait Sahabat Nabi Muhammad SAW, Bilal bin Rabah.
Dalam video yang beredar, Lovy Elias mengklaim bahwa Islam bukan agama bagi orang kulit hitam dan menyebut orang kulit hitam tidak akan masuk surga dalam Islam. Ia kemudian mencontohkan kisah Bilal bin Rabah dengan menyatakan bahwa Bilal merupakan seorang budak yang dipaksa memeluk Islam.
Menurut Lovy Elias, narasi yang selama ini diyakini umat Islam mengenai Bilal adalah kebohongan. Ia bahkan menyebut Bilal menjadi Muslim karena paksaan.
Pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak sesuai dengan riwayat sejarah Islam yang telah dikenal luas. Dalam literatur Islam, Bilal bin Rabah merupakan seorang budak asal Habasyah (kini Ethiopia) yang memeluk Islam atas keyakinannya sendiri pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Syekh Muhammad Abduh: Melihat Islam di Eropa Barat Tapi Tidak Melihat Muslim
Akibat keislamannya, Bilal justru mengalami penyiksaan berat oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf. Dalam berbagai riwayat disebutkan Bilal tetap mempertahankan keimanannya meski disiksa di bawah terik matahari sambil mengucapkan kalimat “Ahad, Ahad” sebagai bentuk keyakinannya kepada Allah Yang Maha Esa.
Bilal kemudian dibebaskan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq yang membelinya dari sang majikan. Setelah itu, Bilal menjadi salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad SAW dan dipercaya sebagai muazin pertama dalam sejarah Islam.
Selain itu, klaim bahwa Islam melarang orang kulit hitam masuk surga juga tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 13, menegaskan bahwa seluruh manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, sedangkan kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaannya, bukan ras maupun warna kulit.
Baca Juga: Guru Besar Matematika Ini Masuk Islam Ketika Tahu dan Baca Al-Qur’an
Prinsip kesetaraan tersebut juga ditegaskan Nabi Muhammad SAW dalam Khutbah Wada’ (Khutbah Perpisahan). Dalam khutbah itu, Nabi menyampaikan bahwa tidak ada keutamaan orang Arab atas non-Arab maupun orang berkulit putih atas orang berkulit hitam, kecuali karena ketakwaannya.
Karena itu, sejumlah pihak menilai pernyataan Lovy Elias tidak hanya bertentangan dengan riwayat sejarah Islam, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai ajaran Islam dan memicu ketegangan antarumat beragama.
Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan pernyataan atau klarifikasi resmi dari Pastor Lovy Elias terkait potongan video yang beredar luas di media sosial tersebut.(Red)
