Makam di Pabrik Gula Jatibarang Ini Tak Bisa Dipindah, Ini Sosoknya!

Makam di Pabrik Gula Jatibarang Ini Tak Bisa Dipindah, Ini Sosoknya!

BREBES, TANAMPANEN.COM – Pabrik Gula (PG) Jatibarang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal sebagai salah satu warisan industri kolonial Belanda yang bersejarah, tetapi juga menyimpan kisah misteri yang melegenda.

Salah satu cerita yang paling banyak menyedot perhatian publik adalah keberadaan sebuah makam misterius yang terletak di dalam area produksi pabrik.

Makam yang berada di dalam bangunan pabrik tua tersebut diketahui merupakan tempat peristirahat terakhir dari Mbah Kiai Somad, seorang tokoh agama sekaligus sesepuh masyarakat setempat.

Baca Juga: Bukan Hilang Misterius, Begini Kisah Tentang Ilmuwan Dr Irwin Moon

Bertahan di Tengah Bangunan Kolonial

Menurut penuturan dan sejarah tutur masyarakat Jatibarang, keberadaan makam Mbah Kiai Somad diyakini jauh lebih tua daripada umur pabrik itu sendiri. Makam tersebut sudah ada sebelum pihak kolonial Belanda mendirikan PG Jatibarang pada sekitar tahun 1840-an.

Ketika Belanda mulai melakukan pembebasan lahan dan merancang cetak biru pembangunan pabrik, area pemakaman Mbah Kiai Somad masuk ke dalam zona inti pembangunan.

Pihak kolonial sempat berencana untuk memindahkan makam tersebut ke tempat lain agar proses konstruksi berjalan lancar.
Namun, rencana pemindahan itu tidak pernah terwujud.

Baca Juga: Misteri Segitiga Bermuda: Antara Teori Konspirasi dan Analisis Teknologi

Rentetan Peristiwa Misterius

Konon, setiap kali upaya pemindahan atau pembongkaran makam hendak dilakukan, berbagai kejadian aneh di luar nalar selalu terjadi. Mulai dari alat-alat berat yang mendadak rusak tanpa sebab yang jelas, hingga para pekerja yang tiba-tiba jatuh sakit secara misterius saat mencoba mengusik makam tersebut.

Karena rentetan peristiwa gaib yang terus berulang, pihak arsitek dan pimpinan kolonial Belanda akhirnya memilih untuk mengalah. Mereka memutuskan untuk tidak memindahkan makam dan merubah rancangan bangunan pabrik.

Alhasil, pabrik gula tetap dibangun dengan posisi mengitari makam tersebut. Hingga saat ini, makam Mbah Kiai Somad tetap berdiri kokoh dan dirawat dengan baik di dalam area pabrik, menjadi saksi bisu perpaduan antara sejarah kolonial dan kearifan lokal yang dikeramatkan masyarakat.(Red)