Ratusan Anak SMK Sukses Bikin Film Animasi Tanpa Sentuhan AI

Ratusan Anak SMK Sukses Bikin Film Animasi Tanpa Sentuhan AI

JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Sebuah pencapaian luar biasa lahir dari tangan generasi muda Indonesia. Ratusan siswa SMK jurusan animasi dan desain grafis berhasil menyelesaikan produksi film animasi berjudul Garuda di Dadaku tanpa bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Film ini digarap selama tiga tahun penuh dengan melibatkan lebih dari 550 kru, di antaranya sekitar 500 animator muda yang sebagian besar masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Proses kreatif dilakukan sepenuhnya manual, menegaskan komitmen industri animasi lokal untuk mengedepankan “human craft” dalam setiap detail karya.

Baca Juga: Tanpa Kamera, AI Bisa Pantau Aktivitas Anda Lewat Ruter Wi-Fi Rumah

🎬 Fakta Produksi

Judul film: Garuda di Dadaku

Tanggal tayang: 11 Juni 2026

Durasi produksi: 3 tahun

Jumlah kru: ±550 orangAnimator: ±500 siswa/lulusan SMK

Teknologi: Tanpa AI, sepenuhnya manual

Peran Anak SMK

Para siswa SMK diberi kesempatan nyata untuk bekerja di proyek layar lebar, sekaligus belajar langsung dari mentor profesional seperti Ronny Gani, animator yang pernah terlibat dalam film Hollywood Avengers dan Pacific Rim.

Baca Juga: Bukan Hilang Misterius, Begini Kisah Tentang Ilmuwan Dr Irwin Moon

Keterlibatan mereka bukan sekadar praktik, melainkan transfer pengetahuan dan pengalaman kerja nyata yang memperkuat ekosistem animasi Indonesia.

Cerita Film

Film ini mengangkat kisah seorang anak penderita asma yang bercita-cita menjadi pesepak bola. Tema olahraga dipilih untuk menekankan semangat pantang menyerah dan relevansi dengan penonton muda.

Proses kreatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan uji penonton agar cerita dapat diterima secara luas.

Baca Juga: Kasus Reinkarnasi Terheboh di Dunia, Kisah Shanti Devi di India

Visi dan Pesan

Produser Shanty Harmayn menegaskan bahwa keputusan menolak AI adalah bentuk komitmen membangun ekosistem animasi berkelanjutan.

Sementara sutradara Ronny Gani percaya bahwa karya dari tangan manusia lebih mampu menyentuh emosi penonton dibanding hasil mesin.

Dengan tayangnya Garuda di Dadaku pada 11 Juni 2026, industri animasi Indonesia menunjukkan bahwa anak bangsa mampu berdiri sejajar di panggung global dengan karya murni tanpa sentuhan AI.(Red)