Rekor Baru: Rupiah Anjlok Parah, Tembus Rp 17.900 per Dollar

Rekor Baru: Rupiah Anjlok Parah, Tembus Rp 17.900 per Dollar

JAKARTA, TanamPanen.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mencatat rekor terburuk dalam sejarah. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), mata uang Garuda anjlok parah hingga menembus level psikologis baru di angka Rp 17.926 per dollar AS, memicu kekhawatiran besar di pasar finansial domestik.

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS

Berdasarkan grafik pergerakan rupiah menunjukkan tren pelemahan yang konsisten sepanjang bulan Mei hingga awal Juni 2026. Angka ini menjadi titik terendah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga:Rupiah Melemah dan Saham Turun, Ini Biang Kerok Sebenarnya! 

Dipicu Tekanan Global

Pelemahan tajam ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Beberapa faktor utama yang menekan rupiah hari ini antara lain:

* Suku Bunga The Fed: Kebijakan bank sentral AS yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi membuat aliran modal keluar dari pasar negara berkembang (capital outflow).

* Krisis Geopolitik: Ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian global.
* Lonjakan Harga Minyak: Kenaikan harga minyak dunia memperberat beban subsidi dan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Makin Lemah, Pukulan Telak Bagi Usaha Mikro dan Makro di Pedesaan

Respon Pasar

Masyarakat dan pelaku usaha merespon kabar ini dengan kekhawatiran tinggi, mengingat dampaknya yang berpotensi memicu kenaikan harga barang impor (imported inflation) dan harga bahan pokok di dalam negeri.

Hingga saat ini, Bank Indonesia (BI) dilaporkan terus berada di pasar untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak merosot lebih jauh ke level Rp 18.000.(Red)