Starship: Pesawat Antariksa SpaceX yang Sanggup Menembus Neraka Atmosfer

Starship: Pesawat Antariksa SpaceX yang Sanggup Menembus Neraka Atmosfer

TanamPanen.com – Banyak orang yang keliru mengira bahwa objek besar yang meluncur ke luar angkasa selalu berupa satelit. Faktanya, dunia antariksa kini sedang diguncang oleh kehadiran Starship, wahana antariksa generasi terbaru besutan SpaceX milik Elon Musk.

Bukan sekadar roket biasa, Starship dirancang sebagai sistem transportasi masa depan yang sepenuhnya dapat digunakan kembali (fully reusable) untuk membawa manusia menuju Bulan dan Mars.

Baca Juga: Bola Besi Misterius Jatuh di Kolombia, Bergetar Saat Dibacakan Mantra Kuno?

Namun, perjalanan menuju planet lain bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesar justru terjadi saat pesawat ini harus kembali pulang dan menembus atmosfer Bumi (re-entry). Proses ini sering kali dijuluki sebagai fase melewati “neraka” atmosfer.

Saat kembali dengan kecepatan orbital, gesekan ekstrem dengan molekul udara menciptakan panas yang luar biasa. Berdasarkan data teknis, suhu di sekitar badan pesawat bisa melonjak drastis hingga mencapai 1.650°C. Bahkan, jika pesawat kembali dari misi yang lebih jauh seperti Bulan, suhunya bisa naik ekstrem hingga menyentuh 2.750°C.

Untuk selamat dari siksaan suhu neraka tersebut, Starship dilapisi oleh ribuan ubin hitam yang berfungsi sebagai perisai pelindung panas (heat shields). Jika pelindung ini gagal, dipastikan seluruh badan pesawat akan langsung terbakar dan hancur di langit.

Perkembangan teknologi perisai panas ini turut memancing perhatian Chris Hadfield, mantan astronaut kawakan asal Kanada sekaligus mantan Komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Melalui akun media sosialnya (X), Hadfield memberikan komentar dan apresiasi tinggi terhadap kemajuan yang dicapai oleh SpaceX dalam tiga uji terbang suborbital terakhir.

Kita membutuhkan pelindung panas untuk melindungi kita, karena kita memanfaatkan udara untuk memperlambat laju pesawat saat kembali ke Bumi,” ujar Chris Hadfield.

Ia juga menekankan betapa penting sekaligus rumitnya teknologi ini untuk masa depan industri antariksa. “Membikin wahana ini benar-benar bisa digunakan kembali secara utuh (fully reusable) adalah hal yang sangat kompleks, namun sangat diperlukan demi terwujudnya akses luar angkasa yang permanen dan murah”, tambahnya.

Baca juga: Heboh Video Penampakan Pesawat UFO di Madura, Begini Faktanya!

Melalui keberhasilan uji coba pelindung panas Starship ini, SpaceX perlahan tapi pasti mulai membuka gerbang baru bagi umat manusia untuk menjadi spesies multi-planet di masa depan. (Ren)