Peternak Susu Terbesar di Brebes Dilirik Djarum, Bisnis Rokok Mulai Sepi?

Peternak Susu Terbesar di Brebes Dilirik Djarum, Bisnis Rokok Mulai Sepi?

TANAMPANEN.COM, BREBES – Tren bisnis rokok yang kian tertekan oleh kenaikan cukai berkala dan pergeseran gaya hidup masyarakat tampaknya mulai memicu manuver besar di kalangan raksasa industri tembakau. Salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia,

Grup Djarum, kini dilaporkan tengah gencar mengincar sektor pangan dengan membidik pembangunan mega farm atau peternakan sapi perah terbesar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

​Langkah diversifikasi ini memicu pertanyaan di kalangan pengamat ekonomi: apakah ini sinyal kuat bahwa bisnis produk tembakau memang mulai memasuki fase senjakala?

Strategi Derisking ke Sektor Defensif

​Para analis menilai, ekspansi lewat PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama ini merupakan strategi derisking (pengurangan risiko) portofolio bisnis yang sangat taktis.

Ketika industri rokok terus dihantam regulasi ketat, sektor dairy atau susu justru menawarkan prospek yang sangat cerah dan defensif karena berbasis pada kebutuhan primer masyarakat.

​Terlebih lagi, Indonesia saat ini masih mengalami defisit kronis pasokan susu segar. Sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional, atau setara dengan 3,7 juta ton per tahun, masih harus dipenuhi dari keran impor. Ceruk pasar yang masif inilah yang ditangkap sebagai peluang emas baru.

Mengubah Lanskap Brebes dengan Mega Farm

​Proyek ambisius yang dijadwalkan memulai persiapan lahan pada Juni 2026 ini tidak main-main. Berdiri di atas lahan seluas 710 hektare, peternakan ini dirancang untuk menampung hingga 36.000 ekor sapi perah.

Kapasitas ini otomatis akan menggeser rekor peternakan sapi perah terbesar di Indonesia saat ini yang rata-rata hanya berkisar di angka 20.000 ekor.

​Menariknya, investasi padat modal ini akan menerapkan model hulu-ke-hilir yang terintegrasi penuh (integrated farm to glass). Ekosistem peternakan akan dilengkapi dengan:

​Pabrik pakan mandiri untuk menjaga stabilitas nutrisi ternak.
​Fasilitas pengolahan modern di sisi hilir guna menekan biaya logistik.

​Sistem sirkular (zero waste system), di mana limbah kotoran sapi akan diolah menjadi biogas dan pupuk organik, serta didukung oleh penggunaan panel surya.
​Dampak bagi Ketahanan Pangan dan Petani Lokal

​Jika proyek ini rampung sesuai target pada akhir tahun 2027, mega farm ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu segar per tahun—menyumbang hingga 18 persen dari target produksi nasional.

Langkah ini juga selaras dengan agenda prioritas pemerintah dalam mengejar swasembada pangan serta mendukung program pemenuhan gizi nasional.

​Bagi wilayah Jawa Tengah, khususnya Brebes, kehadiran investasi ini diprediksi akan menciptakan multiplier effect yang besar. Kebutuhan pakan hijau dalam jumlah raksasa akan membuka peluang kemitraan baru bagi ribuan petani lokal untuk memasok rumput maupun tebon jagung.

Di sisi lain, limpahan pupuk organik hasil olahan limbah peternakan ini bisa menjadi angin segar bagi para petani sayur dan tanaman pangan di sekitarnya untuk memperbaiki kualitas lahan pertanian mereka.

​Melalui langkah ini, Grup Djarum tampaknya tidak hanya sekadar mencari sekoci penyelamat dari mulai sepinya bisnis rokok, melainkan sedang membangun fondasi baru sebagai pemain utama di panggung ketahanan pangan nasional.(Ren)