Seperti Prabowo, Presiden Trump Persilakan Warga AS Keluar Jika Merasa Tak Bahagia

Seperti Prabowo, Presiden Trump Persilakan Warga AS Keluar Jika Merasa Tak Bahagia

WASHINGTON DC, TANAMPANEN.COM — Presiden AS Donald Trump kembali memicu sorotan publik lewat pernyataan tegasnya. Dalam sebuah kesempatan pidato, orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut mengutarakan bahwa warga negara AS yang merasa tidak nyaman atau tidak bahagia hidup di Amerika dipersilakan untuk angkat kaki dan meninggalkan negara tersebut.

Pernyataan ini mencuri perhatian warganet Indonesia karena dinilai memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan retorika yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Narasi “Suka atau Pergi” yang Identik
Dalam pidatonyya, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa kebebasan bergerak berlaku bagi siapa saja. Warga yang mengeluh dan merasa tidak cocok dengan arah serta kondisi negara dipersilakan keluar, sementara keputusan untuk kembali atau tidak diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing individu.

Sikap serupa sebelumnya juga kerap disuarakan oleh Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan pidato publiknya, di mana beliau menekankan pentingnya kecintaan total terhadap tanah air dan mempersilakan pihak-pihak yang terus mengeluh atau tidak memercayai bangsa sendiri untuk pergi ke luar negeri.

Baca Juga: Tanggapi Pidato Prabowo, Sejumlah Warga Buktikan Pindah Negara

Fenomena Populisme dan Komunikasi Politik Modern

Pengamat politik menilai kemiripan gaya komunikasi ini bukan tanpa alasan. Baik Trump maupun Prabowo kerap dikaitkan dengan gaya kepemimpinan strongman serta pendekatan populisme nasionalis.
Pola retorika “cinta negara ini atau silakan pergi” umumnya dirancang untuk:

Menegaskan Patriotisme: Mengajak masyarakat menunjukkan loyalitas penuh kepada negara.

Membangun Citra Pemimpin Tegas: Menampilkan figur kepemimpinan yang berani, lugas, dan tidak ragu-ragu dalam mengambil sikap.

• Memobilisasi Pendukung: Menyederhanakan narasi publik antara kelompok patriotik dan kritikus.

Baca Juga: Presiden Prabowo Gandeng Pindad Bikin Becak Listrik Pakai Dana Pribadi

Meski kerap mengundang perdebatan di ruang publik—di mana sebagian menganggapnya sebagai ketegasan dan sebagian lain memandangnya kurang mengakomodasi perbedaan pandangan—gaya komunikasi yang blak-blakan ini terbukti tetap efektif dalam menyerap perhatian serta memobilisasi dukungan massa di panggung politik modern.(Red)