JAKARTA, TANAMPANEN.COM — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tengah menjadi sorotan tajam publik. Langkah hukumnya yang bersedia menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus, Febrie Ardiansyah, memicu reaksi negatif yang masif di jagat maya, hingga memunculkan gerakan ajakan untuk berhenti mengikuti (unfollow) massal akun media sosial miliknya.
Gelombang kritik ini bermula dari perubahan sikap Hotman yang dinilai drastis oleh warganet. Sebelumnya, Hotman sempat merespons positif dan memberikan apresiasi tinggi terkait penemuan barang bukti berupa emas serta tumpukan uang dolar AS dan Singapura di Cafe de’Clan Signature yang menyeret nama Febrie. Ia bahkan sempat memuji Presiden Prabowo Subianto sebagai presiden paling berani dalam menyikat kasus-kasus besar.
Namun, peta pembicaraan berubah total setelah Hotman resmi ditunjuk sebagai pengacara Febrie Ardiansyah. Pernyataan Hotman di media dinilai berbalik arah karena ia mulai menepis tuduhan dan menyatakan bahwa aset-aset berharga yang ditemukan di kafe tersebut bukanlah milik kliennya.
Baca Juga: PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Setuju?
Perubahan narasi yang dinilai instan demi kepentingan klien ini memicu kekecewaan mendalam dari warganet. Di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram, ajakan untuk melakukan unfollow massal terhadap akun Hotman Paris mulai bergema luas.
“Kemarin puji-puji presiden paling berani pas emas dan dolar ketemu, sekarang malah jadi pengacaranya dan bilang itu bukan punya kliennya. Sungguh plot twist hukum yang membagongkan. Waktunya unfollow massal!” tulis salah satu akun di platform X.
Netizen lain juga menyuarakan kekecewaan senada di kolom komentar Instagram sang pengacara:
“Kecewa berat. Dulu bangga lihat Bang Hotman vokal bela rakyat kecil dan dukung pemberantasan mafia. Begitu pegang kasus ini langsung putar balik narasinya. Bye Bang, izin unfollow.”
Warganet menilai ada inkonsistensi moral dari sang pengacara yang selama ini dikenal vokal menyuarakan keadilan bagi masyarakat.
Baca Juga: Omerta: Kode Mafia Dilanggar, Febrie Ardiansyah Disebut Bunuh Diri Strategis
Dikritik DPR
Tidak hanya dari netizen, langkah Hotman Paris dan penanganan kasus Febrie Ardiansyah ini juga memantik reaksi dari DPR RI. Sejumlah anggota parlemen melayangkan kritik terkait transparansi dan profesionalisme penegakan hukum dalam kasus ini.
DPR mendesak agar asal-usul emas dan mata uang asing yang disita di Cafe de’Clan diusut secara tuntas dan transparan tanpa pandang bulu. Anggota dewan mengingatkan agar kehadiran pengacara papan atas tidak mengaburkan substansi perkara dan melemahkan komitmen pemberantasan korupsi di tingkat eksekutif maupun yudikatif.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang protes digital dari warganet masih terus mengalir di kolom komentar media sosial sang pengacara. Kasus ini menjadi preseden bagaimana opini publik dan tekanan digital kini langsung menyasar para penegak hukum yang dianggap tidak konsisten.(Red)
